Bagi Pemegang BPJS Ini Peraturan Yang Anda Lupakan

Belum punya kartu BPJS? Segera daftar. Selain bermanfaat, cepat atau lambat pemerintah bakal mewajibkan seluruh warga negara terdaftar – sesuai undang–undang.  Ada 4 Peraturan  BPJS Kesehatan yang vital namun kerap diabaikan peserta. Artikel yang cukup banyak dibaca dan dikomentari ini ialah soal BPJS Kesehatan. Mulai topik tentang cara pendaftaran, manfaat hingga proses klaim. Ini bukanlah sesuatu yang aneh sebab BPJS ialah program jaminan kesehatan skala nasional yang menyentuh setiap lapisan. Apalagi, cara pemakaian BPJS beda dari umumnya layanan asuransi kesehatan yang sepanjang ini populer di masyarakat. BPJS mempratekkan sistem rujukan yang mana peserta musti mengikuti ketentuan–ketentuan tertentu supaya bisa mendapat jaminan kesehatan. Kuncinya ialah memahami ketentuan–ketentuan yang ada tuk bisa memanfaatkan secara optimal jaminan kesehatan ini.

Semua Anggota di KK Harus Didaftarkan

Buat peserta perorangan (bukan lewat perusahaan), calon peserta musti mencantumkan NIK Kartu Keluarga di formulir pendaftaran. Setelah NIK dicantumkan, sistem registrasi BPJS otomatis akan mengeluarkan daftar seluruh anggota keluarga yang tercatat didalam Kartu Keluarga. Sesuai peraturan, seluruh anggota keluarga seperti yang tertera di Kartu Keluarga wajib jadi peserta. Ini tercantum didalam peraturan BPJS No. 4 Tahun 2014 bila pihak yang mendaftar dan anggota keluarganya harus jadi peserta BPJS Kesehatan. Dengan peraturan ini, Anda tak bisa lagi cuma mendaftarkan seorang diri sebab semua anggota keluarga yang ada di KK otomatis musti didaftarkan pula. Mungkin Anda bakal bilang, BPJS seperti ‘memaksakan’ kepesertaan. Faktanya memang seperti itu sebab di Undang-Undang semua warga harus menjadi anggota BPJS Kesehatan. Dengan eksistensi ketentuan ini, penting masyarakat update data di KK sesuai dengan keadaan keluarga terkini. Sebab KK bakal menjadi acuan primer BPJS saat menerima pendaftaran peserta.

BPJS Paling Cepat Bisa Diapakai 2 Pekan Setelah Mendaftar

Kapan BPJS digunakan? Apa setelah iurannya dibayar bisa segera dipakai? Tak sedikit yang mengira bila setelah pendaftaran rampung dan iuran dibayar, peserta dapat segera menggunakan BPJS. Jawaban singkatnya, belum bisa. Peserta musti menunggu paling cepat 2 pekan seusai pendaftaran baru bisa mempergunakannya. Sesuai peraturan Nomor.1 2015 BPJS Kesehatan, transaksi iuran paling cepat bisa dilakukan ialah 14 hari kalender pasca virtual account diterima. Setelah menjalankan pembayaran iuran awal (minimal 1 bulan) lewat virtual account, peserta mendapat kartu peserta. Sehabis itu, baru fasilitas BPJS boleh digunakan. Mungkin untuk sebagian orang muncul pertanyaan mengapa BPJS membuat jangka waktu transaksi cukup lama. Bukankah makin cepat dibayar makin baik. Kita belum tahu alasan pastinya mengapa karena tak pernah diungkapkan. Tapi, analisa kami, aturan ini ada kaitannya dari banyaknya peserta yang belum lama mendaftar sehabis jatuh sakit atau saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Keadaan ini menyulitkan finansial BPJS karena lebih banyak defisit mengobati penyakit dibandingkan premi yang masuk.

Mendaftarkan Bayi Yang Belum Lahir

Salah satu kebijakan BPJS ialah bayi yang masih dalam kandungan bisa didaftarkan menjadi peserta. Tak perlu menunggu bayi tersebut sampai lahir baru daftar. Seperti diketahui, bayi baru lahir memerlukan banyak pemeliharaan kesehatan yang harus lekas diberikan.  Bila menggunakan prosedur normal, peserta butuh paling cepat 2 pekan baru bisa mendapat kartu peserta BPJS. Begitu lama tuk seorang bayi. Misalnya, bagaimana bila bayi harus dirawat di NICU – ICU bayi – yang umumnya dilakukan segera pasca kelahiran. Proses rawat di NICU dijamin BPJS selama bayi sudah peserta. Proses pendaftaran sebelum lahir ini dapat dilakukan selambat-lambatnya 2 pekan sebelum bayi dilahirkan. Jika melintasi batas tersebut, proses pendaftaran bayi ikut prosedur normal yang mana jaminan baru berlaku 2 pekan setelah virtual account muncul. Setelah bayi lahir, sesegeranya orang tua report ke BPJS Kesehatan tuk memperbarui data juga identitas bayi baru lahir, yakni: nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, juga NIK.

Masih Bisa Digunkan Setelah PHK Selama 6 Bulan

Ada jenis kepesertaan yang dilaksanakan lewat tempat kerja. Istilah di BPJS ialah Peserta Penerima Upah (PPU). Iuran PPU separuh dibayar perusahaan dan separuh lagi karyawan. Gimana jika peserta terkena PHK? Dimana pembayaran iuran dari perusahaan serta pekerja akan otomatis stop. Apa jaminan layanan kesehatan BPJS pun ikut berhenti kala itu? Kabar baik bila manfaat BPJS masih bisa diperoleh selama 6 bulan sejak masa PHK tanpa bayar iuran. Adanya proteksi kesehatan tersebut tuk karyawan kena PHK jelas suatu hal bagus. Ini mengingkatkan seluruh karyawan tuk memastikan bahwa mereka jadi peserta BPJS sebab BPJS tak hanya memberi jaminan ketika masih bekerja tapi pun saat mengalami PHK. Satu cara meyakinkan bahwa Anda jadi peserta ialah dengan punya kartu peserta BPJS Kesehatan. Bila tak ada, segera tanyakan kepada pihak perusahaan. Sesuai dengan ketentuan, tiap peserta BPJS Kesehatan punya hak tuk mendapat kartu BPJS Kesehatan menjadi bukti sah agar memperoleh palayanan jasa kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.